Gondong Racuuuuunn!

Everyday life, Family, Heart, Thoughts

Sedang terjadi fenomena di keluarga saya.
Fenomena penyakit yang sepertinya sepele tapi ternyata cukup berbahaya.
Penyakitnya bisa dibilang ringan kl liat secara tampilan fisik tp deep down inside penderita, itu amat sangat tidaaaak enak!!

Been sick before, about 8 yrs ago.. sudah aga lupa sih rasanya gimana tp yg jelas ga enak, ganggu penampilan (pasti), lemesssss aja bawaannya. Wktu itu kl ga salah baru sembuh after 2 mingguan, Alhamdulillah pas waktu sakit itu ga nular & entah darimana pula saya bisa kena *baru nyadar sekarang!!errrr…dari mana yaaa??*

Nyari di bang google, banyak juga info yg didapatkan utk si Gondong racun ini!
Oia intermezzo, saya namain Gondong Racun biar mirip2 noh sm lagu hasil lipsync-an “Keong Racun”.. ahooy!πŸ˜€

Ah sebelum posting tentang penyebab, pencegahan dan lainnya.. ada baiknya ditilik dulu sejarah si Gondong Racun yang sedang fenomenal di keluarga saya!

Perkembangan penularan virus ini cukup cepat, kata dokter anaknya kakak saya, virus akan berpindah hingga 14 hari dari penderita. Hal tsb samaaa persis dgn yang saya baca di artikel2. Let’s begin the story, with a prediction date..

Penderita pertama : Rafi, laki-laki, 5 tahun
Pertama kali mengidap sekitar minggu terakhir Juni. Riwayat penyakit ponakan saya ini jg cukup banyak, terkadang sering panas & step, utk sakit gondongnya ini, dia pun dirawat krn sempat panas & step. Buat yg punya anak kecil, jgn ambil resiko, lebih baik cari dokter segera deh. Alhamdulillah Rafi masih mau makan demi sembuh. Penyakitnya hilang kira-kira 2 mingguan. Penjaga setianya (tentunya) adalah mamanya, kakak saya.

Penderita kedua : Riri, wanita, 29 tahun
Nah, ini dia.. kita sudah merencanakan perjalanan ke SG pada 8-12 Jul ’10 dan memang tibanya kakak saya di Jakarta ditunda-tunda krn sakitnya rafi. Di Jakarta awal-awal Juli, Mba Riri sudah ngeluh2 tentang pusing, mual2, dan lainnya ttg tenggorokan. Arrived at Singapore uda mulai lemes, keesokannya berasa susah menelan dan timbul jg bengkak di bawah telinga. Wohooow.. we’re in the middle of the other country, ga mungkin lapor sana sini donk, bisa di embarkasi or karantina pula kan?!πŸ˜€ Alhamdulillah banget, Mba Riri memaksakan utk makan, terpaksa kita beli bubur di Hotel Intercon yg cukup mahal sekitar SGD 20, but thats ok demi kesehatan juga! Dia makan teratur, minum jus buah (apel, melon, alpukat) dan jg susu + terpaksa (ini baru terpaksa, kan temanya lagi liburan :P) istirahat di hotel satu harian.
Di hari ke 3 pembengkakannya, Mba Ri sudah much more better & enak beraktivitas, sesampainya di Jakarta Mba Ri lgsg istirahat & meneruskan kebiasaan baik makan + banyak minum.. kurang lebih 1 minggu sembuh deh!

Saat kemarin itu, keluarga Mba Riri memang semuanya sedang berkumpul di Jakarta.
Yes, we have our family gathering and we were so happy… untillllll this Gondong Racun attack! huh!

Penderita ketiga : Mas Budi, pria, 34 tahun
Papanya Rafi, suaminya Mba Riri.. Oke my in-law-bro ini sangaaaat premaaaan! Terdeteksi kena gondong saat kami baru sampai Jakarta sekitar 14 Juli lah.. sudah dirasa ada pembengkakan, tapi Mas saya ini ga peduli karena semua penyakit harus dilawan fikirnya. Yaaaaap dia melawan dengan sangat kuat, makaaaan tetap dihajar, minum juga terus-terusan. Hingga sampai kembali ke rumah mereka di Surabaya tetap tidak terlalu peduli akan gondongnya yg penting tetap makan + minum, namun dia lupa 1 hal yg sangat teramat penting yaitu : ISTIRAHAT!!
Dengan kesibukannya dan sulitnya beristirahat, kondisi kesehatan tidak membaik, sekarang sedang bed rest dirumah sakit karena gondongnya turut menyerang ke bagian tubuh lain yang cukup vital.

Meanwhie di Jakarta..

Penderita keempat : My DAD!! He’s 61 yo.
Akumulasi dari cucu, anak, dan mantunya mungkin yah? Papa mengeluh susah nelen akhir2 ini, dan badannya nyeri, ternyata itu sudah merupakan tanda-tanda gondong racun muncul, pembengkakan dimulai baruuu dari 3 hari lalu di hari selasa, sekarang telah membengkak di kanan & kiri. Keluhan apa selama sakit? Tentunya susah nelan & ngunyah, badan menggigil, nyeri, panas, tapi papa sih ga nyut2an, tidak spt Mba Riri.
What we’re doing now? Though BLAU itu mitos or tradisional, baru aja td dipake, tp membaca faktanya bahwa BLAU tidak berkaitan secara medis, papa langsung ga mau pake lagi. Papa sudah ke dokter di hari kedua & diberi obat. Pencegahan agar tidak meluas lagi, papa makan + minum yg banyak. Semoga saja tidak terlalu lama sakitnya, kebetulan juga mama sedang mengunjungi Mba Riri, jadi insyaAllah mama terhindar dari penularan penyakit gondong racun ini.

Tindakan preventif lainnya yg secara logis bisa kita lakukan adalah, sementara pisahkan alat makan, tempat tidur, pencucian pakaian dan lainnya yg bisa menghubungkan pesakit dengan orang sehat dari air liur atau mungkin keringatnya. Jangan sampai menularkan anggota keluarga lain!

Here’s a few article tentang gondong, semoga membantu..

Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis)

Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) adalah suatu penyakit menular dimana sesorang terinfeksi oleh virus (Paramyxovirus) yang menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis) di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah.

Penyakit gondongan tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik, Gangguan ini cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya.

Adapun mereka yang beresiko besar untuk menderita atau tertular penyakit ini adalah mereka yang menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk menekan hormon kelenjar tiroid dan mereka yang kekurangan zat Iodium dalam tubuh.

  • Penularan Penyakit Gondongan
  • Penyakit Gondong (Mumps atau Parotitis) penyebaran virus dapat ditularkan melalui kontak langsung, percikan ludah, bahan muntah, mungkin dengan urin. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar.

    Penyakit gondongan sangat jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun, hal tersebut karena umumnya mereka masih memiliki atau dilindungi oleh anti bodi yang baik. Seseorang yang pernah menderita penyakit gondongan, maka dia akan memiliki kekebalan seumur hidupnya.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Gondongan
  • Tidak semua orang yang terinfeksi oleh virus Paramyxovirus mengalami keluhan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical). Namun demikian mereka sama dengan penderita lainnya yang mengalami keluhan, yaitu dapat menjadi sumber penularan penyakit tersebut.

    Masa tunas (masa inkubasi) penyakit Gondong sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari. Adapun tanda dan gejala yang timbul setelah terinfeksi dan berkembangnya masa tunas dapat digambarkan sdebagai berikut :

    1. Pada tahap awal (1-2 hari) penderita Gondong mengalami gejala: demam (suhu badan 38.5 – 40 derajat celcius), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
    2. Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.
    3. Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.
    4. Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan buah zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.
  • Diagnosis Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis)
  • Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis, termasuk keterangan adanya kontak dengan penderita penyakit gondong (Mumps atau Parotitis) 2-3 minggu sebelumnya. Selain itu adalah dengan tindakan pemeriksaan hasil laboratorium air kencing (urin) dan darah.

  • Pemeriksaan Laboratorium
  • Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative, didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu.

    Jika penderita tidak menampakkan pembengkakan kelenjar dibawah telinga, namun tanda dan gejala lainnya mengarah ke penyakit gondongan sehingga meragukan diagnosa. Dokter akan memberikan order untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut seperti serum darah. Sekurang-kurang ada 3 uji serum (serologic) untuk membuktikan spesifik mumps antibodies: Complement fixation antibodies (CF), Hemagglutination inhibitor antibodies (HI), Virus neutralizing antibodies (NT).

  • Komplikasi Akibat Penyakit Gondongan
  • Hampir semua anak yang menderita gondongan akan pulih total tanpa penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2 minggu. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan komplikasi, dimana virus dapat menyerang organ selain kelenjar liur. Hal tersebut mungkin terjadi terutama jika infeksi terjadi setelah masa pubertas.

    Dibawah ini komplikasi yang dapat terjadi akibat penanganan atau pengobatan yang kurang dini :

    1. Orkitis ; peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga terjadi kemandulan.
    2. Ovoritis : peradangan pada salah satu atau kedua indung telus. Timbul nyeri perut yang ringan dan jarang menyebabkan kemandulan.
    3. Ensefalitis atau meningitis : peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang. 5-10% penderita mengalami meningitis dan kebanyakan akan sembuh total. 1 diantara 400-6.000 penderita yang mengalami enserfalitis cenderung mengalami kerusakan otak atau saraf yang permanen, seperti ketulian atau kelumpuhan otot wajah.
    4. Pankreatitis : peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu dan penderita akan sembuh total.
    5. Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah yang banyak
    6. Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.
  • Pengobatan Penyakit Gondongan
  • Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dan istirahat selama penderita panas dan kelenjar (parotis) membengkak. Dapat digunakan obat pereda panas dan nyeri (antipiretik dan analgesik) misalnya Parasetamol dan sejenisnya, Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye (Pengaruh aspirin pada anak-anak).

    Pada penderita yang mengalami pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani istirahat tirah baring ditempat tidur. Rasa nyeri dapat dikurangi dengan melakukan kompres Es pada area testis yang membengkak tersebut. Sedangkan penderita yang mengalami serangan virus apada organ pancreas (pankreatitis), dimana menimbulkan gejala mual dan muntah sebaiknya diberikan cairan melalui infus.

    Pemberian kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. Terhadap virus itu sendiri tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba, sehingga Pengobatan hanya berorientasi untuk menghilangkan gejala sampai penderita kembali baik dengan sendirinya.

    Penyakit gondongan sebenarnya tergolong dalam “self limiting disease” (penyakit yg sembuh sendiri tanpa diobati). Penderita penyakit gondongan sebaiknya menghindarkan makanan atau minuman yang sifatnya asam supaya nyeri tidak bertambah parah, diberikan diet makanan cair dan lunak.

    Jika pada jaman dahulu penderita gondongan diberikan blau (warna biru untuk mencuci pakaian), sebenarnya itu secara klinis tidak ada hubungannya. Kemungkinan besar hanya agar anak yang terkena penyakit Gondongan ini malu jika main keluar dengan wajah belepotan blau, sehingga harapannya anak tersebut istirahat dirumah yang cukup untuk membantu proses kesembuhan.

  • Pencegahan Penyakit Gondongan (Mumps/Parotitis)
  • Pemberian vaksinasi gondongan merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak, yaitu imunisasi MMR (mumps, morbili, rubela) yang diberikan melalui injeksi pada usia 15 bulan.

    Imunisasi MMR dapat juga diberikan kepada remaja dan orang dewasa yang belum menderita Gondong. Pemberian imunisasi ini tidak menimbulkan efek apanas atau gejala lainnya. Cukup mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar Iodium, dapat mengurangi resiko terkena serangan penyakit gondongan.

    Taken from : http://www.infopenyakit.com/2008/10/penyakit-gondongan-mumps-atau-parotitis.html

    Artikel lain yang mungkin berguna :

    http://health.groups.yahoo.com/group/dokter_umum/message/19145

    http://resep-kuno.blogspot.com/2009/05/resep-obat-kuno-penyakit-gondong.html

    http://health.detik.com/read/2009/07/02/095903/1157709/770/gondong

    http://bundafeny.blogspot.com/2010/04/penyakit-gondong-mumps.html

    http://www.mhcs.health.nsw.gov.au/publication_pdfs/8415/DOH-8415-IND.pdf

    Oiya, kata dokter, bagi orang yang pernah menderita Gondongan sebelumnya, akan kebal seumur hidup terhadap penyakit ini, InsyaAllah AMIN..

    Semoga penyakit ini tidak menular lagi di dalam keluarga saya, dan keluarga Anda jugaπŸ™‚

    -xoxo-

    What do you think? Leave a reply...

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s